Puluhan Tahun Jalan Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Budidaya Lamsel Pertanyakan DD

by -1335 Views
Jalan di Dusun 03 sebagai akses utama atau penghubung menuju ke Desa Siringjaha. Masyarakat Dusun setempat, melakukan pengurukan jalan berlubang dibeberapa titik menggunakan batu sabes secara swadaya. (Foto: Andy lampungterkini.id)

LAMPUNG SELATAN—Masyarakat dari tiga Dusun di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, mengeluhkan tidak adanya pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat meski kucuran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan sebagai faktor utama dalam geliatnya pembangunan yang dilaksanakan setiap desa.

Beberapa ruas jalan yang dikeluhkan yakni ruas jalan di Dusun 3, 4 dan Dusun 5 (Kampung Baru). Selama puluhan tahun hingga kini, jalan di tiga Dusun tersebut tidak tersentuh pembangunan sama sekali meski sudah seringkali diusulkan. Padahal jalan tersebut sebagai jalan penghubung menuju ke desa tetangga dan akses utama masyarakat, seperti akses ke pasar, akses pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Pantauan lampungterkini.id, ruas jalan yang ada di Dusun 3, dimana jalan tersebut sebagai akses utama atau penghubung menuju ke Desa Siringjaha. Masyarakat Dusun setempat, melakukan pengurukan jalan berlubang dibeberapa titik menggunakan batu sabes. Perbaikan jalan tersebut, secara swadaya melalui iuran dari warga lingkungan Dusun setempat.

Kemudian jalan di Dusun 4 yang menghubungkan dari Dusun Umbul Tengah, Desa Kota Dalam menuju ke arah depan Kantor Desa Budidaya juga tidak tersentuh pembangunan. Poros jalan lainnya yang ada di Dusun 4 kondisinya sama yakni menuju ke Dusun 5 (Kampung Baru), jalan tersebut kondisinya tidak laiknya seperti jalan melainkan seperti semak belukar.

Selanjutnya, jalan yang juga tidak tersentuh pembangunan sama sekali yakni di Dusun 5 atau Kampung Baru. Anehnya lagi, ada sekitar 200 meter pengaspalan jalan di Dusun tersebut diperbaiki tetangga desa yakni Desa Siringjaha. Selain itu sekitar 1 km lebih jalan onderlagh yang ada diwilayah tersebut, bukan dari pemerintah desa Budidaya melainkan bantuan dari perorangan.

Kondisinya jalan di Dusun 4 menuju ke Dusun 05 (Kampung Baru) tidak laiknya seperti jalan melainkan seperti semak belukar yang tidak tersentuh pembangunan. (Foto: Andy lampungterkini.id)

Salah satu warga Dusun 3, Har menuturkan, perbaikan ruas jalan penghubung dilingkungan Dusun (RW) 3 menuju ke desa Siringjaha ini, bukan dari pemerintah desa (Pemdes) melainkan swadaya masyarakat dengan cara mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 50 ribu/KK untuk pembelian batu sabes. Pengerjaan pengurukan jalan, dilakukan oleh warga lingkungan Dusun.

“Pengurukan jalan di lingkungan Dusun 3 ini, swadaya masyarakat. Dari dana swadaya masyarakat lingkungan Dusun, bisa beli batu sabes 10 mobil Dumptruck. Alhamdulilah jalan yang tadinya berlubang dan susah dilalui kendaraan, sementara ini tidak seperti sebelumnya,”kata dia kepada lampungterkini.id.

Menurutnya, ruas jalan onderlagh yang sudah beberapa tahun kondisinya rusak dan banyak berlubang serta menjadi kubangan dilingkungan dusun tersebut, jika musim penghujan celah bebatuan jalan saat di lintasi kendaraan menjadi licin dan rawan jatuh.

“Karena kondisi jalan sudah rusak dan berlubang, sehingga warga yang melintas harus berhati-hati agar tidak terjatuh. Ruas jalan penghubung ini di onderlagh, pada saat PNPM dulu,” ujarnya.

Saat disinggung apakah masyarakat pernah mengajukan perbaikan jalan melalui dana desa (DD) ke pihak desa untuk dilakukan pembangunan rabat beton. Ia mengatakan, masayarakat sudah seringkali meminta adanya pembanguan jalan tersebut, tapi sampai saat ini keluhan itu tidak pernah ditanggapi.

“Capek mas, bukan sekali atau dua kali saja kami mengeluhkan dan mengusulkan pembangunan jalan. Tapi pihak desa, tidak menanggapi keluhan masyarakat,”ungkapnya.

Ia berharap, pihak desa bisa memperbaiki ruas jalan yang ada dilingkungan Dusun tersebut dengan rabat beton, agar masyarakat dapat melintasi dengan mudah dan nyaman, karena jalan ini merupakan jalan utama akses menuju ke desa tetangga.

“Kami berharap, pemerintah desa dapat memperhatikan keluhan dan kebutuhan warganya dalam hal ini infrastruktur jalan yang sampai saat ini masih dibiarkan rusak tanpa ada pembangunan,”tandasnya.

Jalan di Dusun 4 dari arah depan Kantor Desa Budidaya yang menghubungkan ke Dusun Umbul Tengah, Desa Kota yang tidak tersentuh pembangunan. (Foto: Andy lampungterkini.id)

Menurut keterangan warga Dusun 4 kepada lampungterkini.id mengatakan, sudah puluhan tahun sampai sekarang ini, jalan dilingkungan ini yakni penghubung ke Desa Kota Dalam sama sekali tidak tersentuh pembangunan. Begitu juga jalan yang ada di Dusun 4 lainnya yakni jalan menuju ke Dusun Kampung Baru kondisnya sama tidak tersentuh pembangunan.

“Sejak tahun 1973 kami tinggal di Dusun 4 sampai sekarang ini, jalannya ya tetap begini saja ancur tidak ada pembangunan meski jalan ini adalah akses utama menuju ke desa tetangga,”ucapnya.

Dikatakannya, pengusulan jalan di Dusun 4 yakni jalan penghubung menuju ke desa tetangga tersebut untuk dibangun baik itu hotmix maupun pengecoran rabat beton melalui anggaran DD, sudah seringkali diusulkan oleh masyarakat ke desa namun tidak pernah direalisasi sampai sekarang dan alasannya tidak dibisa bangun rabat beton karena jalan kabupaten.

“Katanya ada DD untuk pembangunan infrastruktur jalan, tapi kenyataannya tidak ada pengecoran rabat beton di Dusun 4 ini meski sudah seringkali diusulkan. Begitu juga seperti di Dusun Kampung Baru dan lainnya, tidak ada jalan yang dirabat beton dengan desa,”ungkapnya.

Warga juga mengatakan, ada sekitar 200 meter pembangunan jalan hotmix di Dusun 5 Kampung Baru, tapi yang melakukan pembangunan jalan dari desa tetangga (Desa Siringjaha) bukan Pemdes Budidaya. Desa Budidaya ini jauh tertinggal pembangunannya dengan desa tetangga seperti Desa Siringjaha, Suak, Banjarsuri dan Sukabanjar. Bahkan di beberapa desa itu, setiap dusunnya ada pembanguan jalan rabat beton.

“Kalau jalan di Dusun 4 ini katanya jalan kabupetan dan tidak bisa di rabat beton melalui DD, tapi kenapa di desa-desa lainnya di Kecamatan Sidomulyo ada itu dan bisa di rabat beton. Jadi kemana anggaran DD Budidaya, masyarakat ini diibaratkan sama pemimpin desa cuma diusap sambil dijitak saja,”kata dia.

Selain itu, banyak masyarakat tidak pernah dengar atau mengetahui mengenai terkait BumDes di Desa Budidaya.  “Mengenai BumDes, masyarakat tidak tahu persis dan itu digunakan untuk apa,”pungkasnya.

Sementara salah seorang warga Dusun 5 (Kampung Baru), Mbah Damin (70) yang merupakan sebagai sesepuh dilingkungan Dusun tersebut mengatakan, sejak awal ia tinggal di Kampung Baru hingga saat ini, diakuinya memang belum pernah ada pembanguan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah desa Budidaya.

“Dari dulu saya tinggal disini (Kampung Baru) dan saat itu baru ada lima rumah sampai sekarang sudah ramai penduduknya, jalan di kampung ini ya seperti ini saja. Bisa dilihat sendiri jalan mana di kampung ini yang dibangun,”ungkapnya.

Kondisi jalan di Dusun 5 (Kampung Baru) yang tidak tersentuh pembangunan. (Foto: Andy lampungterkini.id)

Warga Dusun Kampung Baru lainnya, Pak Min (65) membenarkan, pengaspalan jalan sekitar 200 meter di Dusun Kampung Baru ini bukan dari Pemdes Budidaya melainkan dari desa tetangga (Desa Siringjaha). Selain itu jalan onderlagh sepanjang 1 km lebih, itu pun bantuan dari orang lain.

Terkait usulan pembangunan jalan, kata Pak Min, warga sudah seringkali mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dirabat beton seperti jalan yang ada di desa tetangga, namun keluhan warga tidak pernah ditanggapi. Bahkan warga di Dusun Kampung Baru ini, sempat ingin pindah ke desa tetangga karena seperti tidak diperhatikan atau dianaktirikan oleh Pemdes Budidaya.

“Kami merasa iri dengan tetangga desa (Siringjaha), karena jalan tempat mereka tinggal yang kebetulan berbatasan dengan lingkungan kami tinggal sudah dirabat beton. Sedangkan jalan yang ada di kampung kami ini tidak ada dirabat beton, jadi kemana DD yang diberikan pemerintah pusat,”pungkasnya. (Andi/Heri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.