Sosialisasikan “Gertak Pelor” di Desa Way Gelam, Warga Antusias dan Tanam Pohon Kelor

by -258 views
UPTD Puskesmas Rawat Jalan (PRJ) Candipuro, Lampung Selatan, sosialisasikan Gerakan serentak Penanaman kelor (Gertak Pelor) sebagai bentuk pencegahan stunting kepada masyarakat di Balai Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Jumat (24/1/2020). (Foto: Slamet)

LAMPUNG SELATAN–Sebuah inovasi Gerakan serentak Penanaman kelor (Gertak Pelor) sebagai bentuk pencegahan stunting atau gagal tumbuh pada anak, terus disosialisasikan UPTD Puskesmas Rawat Jalan (PRJ) Candipuro, Lampung Selatan kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut, dilakukan di Balai Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Jumat (24/1/2020).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Camat Candipuro, Wasidi bersama Kepala UPTD Puskesmas Candipuro, Sunardi, Kepala desa (Kades) Way Gelam, Setiawan, para kader Posyandu dan PKK serta ratusan masyarakat Desa Way Gelam khususnya para ibu-ibu rumah tangga.

Kegiatan tersebut dilakukan, untuk mensosialisasikan ke masyarakat mengenai kandungan nutrisi dan gizi yang terdapat pada daun kelor untuk pencegahan stunting. Selain diberikan pemahaman manfaat dari daun kelor, petugas UPTD Puskesmas Candipuro langsung mempraktekkan membuat olahan aneka penganan dari daun kelor dihadapan ratusan masyarakat Desa Way Gelam.

Aneka olahan penganan yang dibuat dari daun kelor tersebut, seperti pudding, nugget, klepon, mie dan beberapa olahan aneka penganan lainnya.

Ratusan warga antusias ikuti sosialisasi pemahanan manfaat daun kelor melalui program “Gertak Pelor” yang dilaksanakan di Balai Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (Foto: Slamet)

Camat Candipuro, Wasidi sangat bangga adanya sebuah inovasi baru di Kecamatan Candipuro melalui program Gerakan serentak Penanaman kelor (Gertak Pelor), sebagai bentuk pencegahan stunting atau gagal tumbuh pada anak ke masyarakat yang diinisiasi oleh UPTD Puskesmas Candipuro sebagai upaya mensosialisasikan ke masyarakat.

“Program Gertak Pelor ini inovasi baru, dan ini tidak hanya di Lampung Selatan saja bahkan di Provinsi Lampung. Sebagai pimpinan di Kecamatan Candipuro, saya sangat bangga dan khususnya masyarakat Candipuro,”ujarnya kepada lampungterkini.com.

Dikatakannya, dari segi ekonomi, penanaman pohon kelor meringankan masyarakat. Mendapatkannya juga sangat mudah, dan merawatnya tidak perlu perawatan khusus. Tapi semua itu perlu disosialisasikan dan diberikan pemahaman ke masyarakat, sebab manfaat daun kelor ini selain dapat mencegah stunting juga kaya akan kandungan nutrizi dan gizinya.

“Pastinya, ini sebuah kebanggan bagi kami dan seluruh masyarakat Candipuro. Mudah-mudahan Gertak Pelor ini, dapat dikuti juga dengan Kecamatan lain dan Kabupaten lainnya di Lampung,”ungkapnya.

Mengenai pencegahan stunting di Kecamatan Candipuro, kata Wasidi, pihaknya selalu mensosialisakan program tersebut setiap pertemuan (Rakor) seluruh Kepala desa supaya dilakukan penanaman satu pohon kelor di setiap pekarangan rumah warga. Karena pencegahan stunting ini, merupakan sebuah program nasional dari pemerintah pusat.

“Saya selalu sampaikan ke Kepala desa setiap Rakor untuk menanam pohon kelor. Alhamdulilah, saat ini sudah hampir 100 persen 14 desa yang ada di Kecamatan Candipuro sudah melakukan pembibitan dan penanaman pohon kelor,”jelasnya.

Camat Candipuro, Wasidi (tengah) bersama Kepala UPTD Puskesmas Candipuro, Sunardi (kiri) dan Kades Way Gelam, Setiawan (baju putih) saat memberikan keterangan terkait program “Gertak Pelor” di Balai Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (Foto: Slamet)

Sementara Kepala UPTD Puskesmas Rawat Jalan ( PRJ ) Candipuro, Sunardi mengatakan, mengenalkan pencegahan stunting atau gagal tumbuh pada anak ke masyarakat, memang perlunya dilakukan sebuah trobosan agar supaya berkembang di daerah lainnya. Untuk itu, pihaknya melalukan sebuah inovasi melalui program Gerakan serentak Penanaman kelor (Gertak Pelor) satu rumah satu pohon.

“Karna kita mengetahui kandungan nutrisi dan gizinya tinggi di daun kelor jika dibandingkan tanaman sayuran lainnya, oleh karna itu kita sosialisasikan manfaat dari daun kelor ini di Desa Way Gelam. Kita sudah komitmen bersama Pak Camat, untuk melakukan Gerakan serentak Penanaman kelor (Gertak Pelor) satu rumah satu pohon,”ujarnya.

Dikatakannya, sebagai inovasi unggulan UPTD Puskesmas Candipuro dalam mencegah stunting, daun kelor tersebut dapat dikonsumsi bagi ibu hamil dan menyusui serta balita. Bahkan daun kelor itu juga, dapat dibuat aneka olahan makanan.

“Untuk perbaikan gizi keluarga anda, mulai sekarang harus mulai mengkonsumsi olahan penganan yang berbahan dasar daun kelor. Selain menyehatkan, daun kelor kaya akan nutirisi dan harganya pun sangat murah,”kata dia.

Kepala desa (Kades) Way Gelam, Setiawan mengatakan, sosialisasi yang dilakukan dari UPTD Puskemas Candipuro kepada masyarakat kami melalui program “Gertak Pelor” tadi sangat membantu sekali, karena masyarakat belum banyak mengetahui akan manfaat dari daun kelor yang ternyata kaya manfaat bagi kesehatan bahkan bisa mencegah stunting.

“Kami sangat berterima kasih sekali, dan warga pun tadi sangat antusias saat diberikan pemahaman mengenai manfaat daun kelor. Setelah adanya sosialisasi ini, langsung kita laksanakan ke warga untuk menanam pohon kelor satu rumah satu pohon,”ungkapnya.

Seperti apa yang disampaikan tadi oleh Kepala UPTD Puskesmas Candipuro, kata Setiawan, daun kelor sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat, baik untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui juga untuk anak-anak balita sebagai pencegaan penyakit, dan juga agar tidak terkena yang namanya stunting.

“Dan ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami sebagai Kepala Desa untuk puskesmas Candipuro, karna masyarakat menerima dengan baik bahkan begitu antusias. Selain diberikan pemahaman, warga juga diberikan pelatihan dan praktek langsung cara mengolah daun kelor dijadikan anekan olahan penganan. Mudah-mudahan ini semua bermanfaat, dan masyarakat dapat terhidar dari stunting,”pungkasnya. (Met)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.