Jebakan Listrik Hama Tikus Berbahaya, Bibit : Utamakan Grobokan

by -730 Views

LAMPUNG SELATAN, SIDOMULYO – Sejumlah petani di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, masih mengandalkan jebakan aliran listrik untuk mengusir hama tikus di tanaman padi dan palawija. Meskipun hal tersebut telah di larang keras oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, karena membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Lamsel, Bibit Purwanto di hadapan KUPT Pertanian, Camat Sidomulyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa (Kades) serta para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Gapoktan.

“Kami tidak menyarankan dan melarang karena itu sangat membahayakan, banyak korban yang meninggal namun masih saja mereka menggunakannya,” ujarnya saat peletakan batu pertama renovasi BPP Kecamatan Sidomulyo, di jalan raya Sidomulyo–Way Panji KM 5 Desa Sidowaluyo, Selasa (31/8/2021).

“Disamping kurang efektif, kami menyarankan petani lebih utamakan gerakan pengendali tikus grobokan secara gotong royong, tepat waktu sebelum tanam setelah panen tentunya memakai racun racun pengendali hama dan ini yang efektif,” kata dia.

Untuk itu lanjutnya, perlu edukasi pada mereka melalui Uspika, Basinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa memberikan pengertian karena itu berbahaya baik diri sendiri dan jiwa orang lain.

“Dengan masih di temukan para petani memakai alat tersebut akan kami tindak lanjut, baik nanti di Uspika dan Kabupaten akan kami sampaikan apa tindakan yang harus di laksanakan dan kedepannya ada tindakan tindakan seperti memutuskan aliran listrik ke areanya,” tegasnya.

Bibit meminta pada pihak PLN agar bisa berpatroli operasi listrik di setiap area pesawahan yang menggunakan jebakan aliran listrik pengusir hama, apabila tidak sesuai dengan penggunaannya bisa di tindak lanjuti karena itu kewenangan mereka.

“Efektif dan tidak efektif tapi semua tidak di sarankan, untuk itu kami meminta galakkan selalu grobokan untuk para petani mungkin ini lah yang efektif,” tukas Bibit Purwanto.

Di tempat terpisah, Sugito warga Sidorejo mengungkapkan, rangkaian listrik sederhana tersebut menurut sejumlah petani di Desa Sidorejo merupakan cara paling efektif untuk membasmi hama tikus karena kalau tidak di pasang tikus menyerang padi mereka.

“Memasang jebakan tikus beraliran listrik di sawah sangat berbahaya apalagi sudah ada korban. Namun cara tersebut merupakan cara paling efektif mengurangi jumlah tikus yang memangsa padi. Jebakan tikus yang mematikan tersebut tidak tau siapa yang pertama kali merangkai bentangan kawat tersebut hingga kini hampir semua mengikutinya. Dalam satu malam bisa puluhan sampai ratusan tikus bisa mati, tapi kalau sudah agak lama pasangnya, biasanya jumlah tikus yang mati akan menurun,” tuturnya.

Di ketahui dipojokan sawah terlihat tertancap batang bambu kurang lebih 50 Cm di tanam, serta terlihat bawah bambu terpasang ikatan kawat membentang disepanjang area persawahan yang terhubung dengan bola lampu serta aliran listrik dari PLN.

Bola lampu masih terpasang di setiap sudut perbatasan petak sawah milik warga Sidowaluyo, pada malam hari lampu-lampu tersebut akan menyala seolah memberi tanda bahwa di bawah ada jebakan aliran listrik yang menandakan warga harus berhati-hati.

(met)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.