Daerah  

Kecewa Dengan Pengurus Koperasi Mina, Warga Kalianda Bawah Tutup Pintu Masuk Dermaga Bom

Avatar photo
Warga Kalianda bawah tutup pintu masuk wisata kuliner Dermaga Bom

LAMPUNG SELATAN – Puluhan Warga masyarakat Lingkungan 01 Kalianda Bawah tutup pintu masuk Dermaga Bom Kalianda Lampung Selatan di duga ada selisih paham dengan kepengurusan Koperasi Mina Dermaga.

Nikmatullah ( 58) Ketua RT setempat saat di temui wartawan di lokasi senin (30/08) mengatakan kalau warga kecewa dengan pengurus Koperasi Mina Dermaga, pasal nya uang salar untuk petugas jaga malam warga sekitar lingkungan Dermaga, sudah sebulan ini di kelola koperasi menurut mereka honor yang di terima mereka tidak sesuai dengan resiko pekerjaan mereka serta tidak mencukupi Kebutuhan sehari hari.

“Semua kegiatan jaga malam serta keamanan mau di ambil alih Koperasi, uang salar yang jadi pemasukan petugas jaga malam warga dua lingkungan sudah di ambil alih koperasi jadi kami hanya menonton aja, sedangkan kalo ada keributan serta hal yang tidak di inginkan pasti RT yang turun tangan.” Cetus nya.

Salah satu Petugas jaga malam Ismail (45) mengungkapkan kalau sebelum di kelola koperasi dapat honor dari mengumpulkan salar dari pedagang dapat penghasilan sampai Rp 1 juta 600 ribu sebulan perorang, setelah di kelola koperasi cuma Rp 900 ribu.

“Sebelum di ambil koperasi penghasilan kami sebulan sekitar sejuta enam ratus ribu, sekarang cuma sembilan ratus ribu mana cukup Bang untuk kebutuhan dapur kami ,mana kalau ada kehilangan kami juga yang bertanggung jawab mengganti barang yang hilang,” ungkapnya.

Ketua Koperasi Mina Dermaga Sobri saat di hubungi mengatakan kepada wartawan media ini tidak ada pengurangan honor, karena pungutan salar sudah ada yang mencatat nya, jadi hasil dari pungutan salar selama sebulan sudah ada catatannya.

“Tidak ada pengurangan Honor hasil penarikan salar yang kita kelola bulan ini terkumpul sebanyak sekitar Rp 7 jutaan dana itu kita potong untuk uang kebersihan dan mobil sampah tersisa duit sekitar Rp 5 jutaan itu yang di bagi untuk petugas jaga malam per orang dan pengurus kuliner,sisanya ada buat juru catat penarikan salar, setelah di tertibkan nanti kalau ada lebih kita akan bagi ke Lingkungan,” katanya.

Plt Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Dwi Jatmiko Saat di hubungi Via Telepon seluler membenarkan adanya selisih paham, dia menyarankan agar di selesaikan secara kekeluargaan.

“Ia ada kesalahpahaman sedikit ,saya sudah memerintahkan KUPT untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan saja, mudah mudahan dapat di selesaikan secara musyawarah,” ujarnya.

(ali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *