Erick Thohir Batal Datang Resmikan Pertashop Digital, Kades-Masyarakat Desa Trans Tanjungan Kecewa dan Menangis

by -548 views
Aparatur desa Trans Tanjungan, menggotong Kades Alwi Amir yang sempat menangis saat memberikan sambutan dalam peresmian Pertashop digital, Minggu (30/1/2020).

LAMPUNG SELATAN – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir batal hadir meresmikan Pertashop teknologi digital pertama di Provinsi Lampung yakni di Desa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Minggu (30/1/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tidak hadirnya Mentri BUMN tersebut, membuat Kepala Desa (Kades) Trans Tanjungan dan masyarakat desa setempat yang hadir dalam acara tersebut kecewa dan menangis. Meski kecewa, mereka merasa terima kasih dan senang adanya Outlet Pertashop digital tersebut.

Pantauan lampungterkini.id dilokasi peresmian yang dipusatkan di lapangan Desa Trans Tanjungan. Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari kementrian BUMN, M. Agung Fadli, Direktur PT. Golden Koin Kencana; Wakil Bupati Way Kanan, Ali Rahman; Dirut Q Cell, Suryo; pemilik Siger Mas Lampung, Erwin; Yusuf Efendi  (Tunas Brothers), Camat Katibung, Kapolsek dan Danramil Katibung serta tokoh masyarakat Desa Trans Tanjungan. Acara tersebut, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Kepala Desa (Kades) Trans Tanjungan, Alwi Amir dalam sambutannya menyampaikan kekecewaannya atas ketidak hadiran Menteri BUMN, Erick Thohir tersebut. Padahal telah dikonfirmasikan, Menteri BUMN akan datang untuk meresmikan Pertashop digital pertama di Provinsi Lampung yang ada di desanya tersebut.

“Kalau warga merasa kecewa atas usaha yang sudah lakukan, karena Bapak Menteri BUMN batal hadir ditengah-tegah kita di peresmian Pertashop digital yang ada di desa kita (Trans Tanjungan) ini, saya siap mundur dari jabatan Kepala Desa Trans Tanjungan,”kata Kades Alwi dihadapan tamu undangan serta ribuan warga masyarakat desa, Minggu (30/1/2020).

Ia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini, telah dipersiapakan selama 24 hari yakni usai mendapat jadwal agenda dari Kementeian BUMN. Selain itu juga dalam kegiatan ini, dirinya tidak meminta bantuan sumbangan dana darimana pun melainkan dari dana pribadinya karena ini demi kesejahteraan warga dan kemajuan desa yang dipimpinnya saat ini.

“Saya merasa telah gagal mendatangkan mentri BUMN di Desa Trans Tanjungan, dan saya siap di hukum apa bila masyarakat mengiginkan saya mundur dari jabatan Kepala Desa. Saya menyatakan siap mengundurkan diri, karena kekurangan saya ini,”kata dia lagi.

Menurutnya, padahal semua warga DesaTrans Tanjungan yang khususnya mempunyai usaha UMKM, sudah mempersiapkan hasil karyanya agar dapat dilihat langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir yang akan hadir dalam peresmian Pertashop digital di desanya tersebut.

“Sayangnya, pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu Staf khusus dari Kementerian BUMN datang menemui saya dan menyampaikan kalau pak Menteri BUMN, Erick Thohir tidak bisa hadir dalam acara peresmian ini dikarenakan ada kegiatan lain yang harus dihadiri dan tidak bisa diwakili,”ungkapnya dengan nada lirih.

Dengan suara parau, Kades Alwi tiba-tiba langsung menangis dan sempat menghentikan sambutannya. Secara spontan tanpa ada komando, para aparatur desa mulai dari staf kantor desa (Kaur), Kepala Dusun (Kadus) dan Ketua RT langsung menghampiri dan merangkul Kades Alwi memberikan dorongan agar tetap semangat dan terus berjuang melanjutkan pemerintahannya demi kemajuan desa.

“Pak Kades harus tetap melanjutkan perjuangan dan pemerintahan desa. Kekecewaan pak Kades, kekecewaan kami juga dan masyarakat. Pokoknya Bapak tetap melanjutkan pemerintahan desaTrans Tanjungan ini, semangat dan maju terus pak,”kata para aparatur desa dengan kompak.

Secara bersamaan, ribuan warga masyarakat Desa Trans Tanjungan yang hadir diacara tersebut dengan kompak menyatakan. “Semangat terus Pak Kades, terus maju dan lanjutkan Pak Kades demi pembangunan desa,”teriak warga.

Setelah itu, Kades Alwi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak adanya Pertashop ini. Selain itu, Ia juga mengatakan kepada perwakilan Kementerian BUMN agar di Kecamatan Katibung ini bisa dibangun kantor Bank. Karena sejak dulu sampai sekarang ini, warga masyarakat di Kecamatan Katibung dan khususnya Desa Trans Tanjungan apabila akan transaksi ke Bank harus pergi ke Kecamatan lain.

Selain adanya Kantor Bank, Ia juga berharap adanya perusahaan-perusahan BUMN lainnya masuk di Kecamatan Katibung, hal tersebut untuk menyerap tenaga kerja masyarakat desa setempat.

“Saya harap, ada Kantor Bank di Kecamatan Katibung. Jika memang ada di Desa Trans Tanjungan, saya siap menghibahkan tanah untuk dibangunnya kantor Bank tersebut. Saya minta satu minggu jawaban dari Kementerian BUMN terkait hal ini,”pungkasnya.

Sementara perwakilan dari Kementrian BUMN, M. Agung Fadli selaku Direktur PT Golden Koin Kencana (PT. GKK) menyatakan, atas nama Kementerian BUMN, dirinya menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bapak Erick Thohir dalam peresmian Pertashop teknologi digital pertama di Indonesia dan di Lampung yang ada di Desa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan ini.

“Saya akan menyampaikan amanah yang disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Trans Tanjungan, Alwi Amir ini segera kepada Kementerian BUMN,”kata dia.

Masyarakat Desa Trans Tanjungan mengaku senang dengan adanya outlet Pertashop digital yang ada di desanya tersebut. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas kegigihan Kades Trans Tanjungan, Alwi Amir dan seluruh Pamong Desa yang sudah memikirkan masyarakat desa dan menciptakan lapangan kerja dengan adanya Pertashop tersebut.

“Pastinya merasa sangat terbantu sekali adanya Pertashop ini, kami (warga) tidak perlu repot dan jauh-jauh lagi untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM),”kata warga.

Karena selama ini, lanjut warga, seluruh warga Desa Trans Tanjungan dan juga warga dari desa tetangga lainnya jika ingin membeli BBM dengan harga sama seperti di SPBU, harus menempuh jarak yang cukup lumayan jauh hingga beberapa kilometer menuju ke SPBU tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Kades dan Pamong Desa serta pihak terkait lainnya, semoga Desa Trans Tanjungan lebih baik dan semakin maju lagi kedepannya,”tandasnya.

Selanjutnya peresmian Outlet Pertashop teknologi digital tersebut, ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Muhamad Agung, selaku perwakilan dari Kementrian BUMN didampingi para tamu undangan di lokasi outlet Pertashop digital berada tepat di belakang Kantor Desa Trans Tanjungan.

Dengan louncingnya outlet Pertashop digital tersebut, ditandai juga dengan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax kepada perwakilan sepeda motor salah satu tamu undangan sebagai awal dimulai beroperasinya Pertashop digital tersebut.

Kehadiran Pertashop di Desa Trans Tanjungan ini, selain untuk menjamin ketersediaan dan distribususi BBM juga dimaksudkan untuk pemerataan ekonomi dan peluang usaha. Sehingga, akan membuka lapangan kerja dan pada akhirnya akan memperkuat ketahanan ekonomi warga.

Adanya Outlet Pertashop ini, merupakan upaya Pemerintah melalui Pertamina untuk mendekatkan akses energi kepada masyarakat pedesaan dengan harga sama seperti di SPBU. Dari program 10.000 Outlet Pertashop yang direncanakan Pertamina pada Tahun 2021, sudah terealisasi sekitar 2.400 Pertashop di Indonesia. (Andy/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.