Ini Tanggapan Kepala Desa Budidaya Terkait Infrastruktur Jalan

by -802 views
Kantor Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. (Foto: Net)

LAMPUNG SELATAN–Infrastruktur jalan di tiga Dusun, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan kondisinya dibiarkan rusak dan dikeluhkan warga. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju ke desa tetangga itu, sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan.

Untuk dapat memudahkan akses, masyarakat sekitar ada yang melakukan perbaikan jalan dengan cara swadaya bahkan ada juga perbaikan jalan justru dilakukan oleh desa tetangga agar jalan tersebut dapat dilalui terutama saat musim penghujan.

Kepala Desa (Kades) Budidaya, Aan Kurniawan saat di konfirmasi lampungterkini.id mengakui, bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Dusun 3, 4 dan Dusun 5 (Kampung Baru) belum terlaksana karena di Desa Budidaya ini ada enam Dusun dan semua itu karena keterbatasan anggaran. Selain untuk infrastruktur, DD tersebut juga digunakan untuk pemberdayaan, kegiatan-kegiatan operasional desa.

“Hal yang wajar kalau masyarakat kecewa, paling tidak semua dusun mengajukan. Tapi prioritas yang dikerjakan itu kan sudah ada, dan selama saya menjabat sebagai Kades berkomitmen jalan di tiap Dusun akan kami bangun tapi tidak semua bisa terlaksana karena keterbatasan anggaran DD itu ”kata Aan saat ditemui di kantornya.

Mulai dari tahun 2016 sampai saat ini, memang benar anggaran DD tersebut digelontorkan. Sementara ia menjabat sebagai Kades Budidaya pada awal tahun 2017, dan selama dua tahun setengah ia menjabat Kades pada periode pertama anggaran DD itu digunakan untuk pembangunan pisik.

“Tahun 2018 dan 2019  itu fifti-fifti. Kalau tahun 2019, sekitar 290 meter infrastruktur jalan yang sudah dibangun,”ujarnya.

Kemudian tahun 2020, anggaran DD digelontorkan ke BumDes, namun sayangnya Kades Aan tidak menjelaskan berapa nominal yang dianggarkan ke BumDes begitu juga dengan peruntukkanya.

Sementara angaran DD selama dua tahun ini (2020-2021), kata Aan, dialihkan ke bantuan BLT karena dampak pandemi Covid-19. Untuk desa Budidaya sendiri, ada 98 KPM dan secara otomatis anggaran DD yang tadinya untuk pembanguan fisik dialihkan. Aan mengaku, di tahun 2020-2021, sekitar 20 persen untuk infrastruktur dari anggaran DD tersebut.

“Pembangunan infrastruktur jalan di tiap-tiap Dusun ini bergilir, karena keterbatasan anggaran DD itulah tidak bisa terpenuhi semua. Kami juga tidak berpatokan dari DD saja untuk infrastruktur jalan, yakni dari Kabupaten dan hal ini sering kami konsultasikan ke Kecamatan Sidomulyo,”ucapnya.

Kades Aan beralasan, tidak tercovernya semua pembangunan infrastruktur jalan di desanya tersebut, karena luas wilayah dan juga salah satunya adalah dari titik kordinatnya sudah termakan dengan desa lain, hal ini juga sudah kami koordinasikan ke Camat Sidomulyo, dinas PMD, Perkim dan BPN mengenai solisuinya.

“Dari sherlok titik kordinatnya, banyak wilayah di Desa Budidaya ini masuk desa lain dan itu juga yang menjadi salah satu masalah anggaran DD Desa Budidaya ini nominalnya hanya Rp 850 juta. Sementara anggaran DD desa lainnya, lebih dari Rp 1 miliar,”ungkapnya.

Kemudian mengenai jalan yang ada di Dusun 3 dan 4, Aan mengatakan, jalan itu haknya Kabupaten dan bukan Desa, karena itu jalan poros tembus ke desa tetangga. Saat disinggung, apakah jalan di dua Dusun itu tidak bisa dibangun rabat beton menggunakan DD seperti desa lainnya, Aan mengaku bisa, asalkan ada berita acaranya dan sesuai prosedurnya.

Sementara untuk jalan di wilayah Dusun 5 Kampung Baru, lanjut Aan, akan di rencanakan pembangunan tahun 2022 mendatang dan sudah masuk ke dalam RKP, tapi itu juga dilihat bagaimana anggaran DD itu sendiri nanti.

“Banyak usulan dari masing-masing dusun mengenai infrastruktur jalan, tapi siapapun kadesnya juga belum tentu selesai. Meski saya sendiri ini nambah satu periode lagi jadi Kades, nggak akan kebangun karena Desa Budidaya ini jalannya banyak dan cukup luas,”kata dia.

Saat disinggung selama menjabat sebagai Kades pada periode pertama, berapa kilo infrastruktur jalan yang sudah dibangun melalui anggaran DD. Kades Aan, mengaku tidak ingat berapa kilo pembangunan infrastruktur jalan yang sudah dibangun di wilayah desanya tersebut.

“Saya sangat bersyukur, wilayah desa kami ini bisa terbantu dengan desa tetangga. Masyarakat mau swadaya itu juga bagus, saya sangat setuju gagasan mereka. Artinya, desa juga merasa terbantu kalau masyarakat mau swadaya perbaikan jalan,”ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan berusaha untuk memperbaiki secara bertahap ruas jalan dengan mengandalkan anggaran DD. Ia pun berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah agar adanya perbaikan jalan di wilayah desanya.

“Jika mengandalkan DD, tak akan mungkin selesai karena keterbatasan anggaran itu tadi. Harapan kami, ada bantuan dari anggaran di luar DD yakni dari Pemerintah daerah,”pungkasnya. (Andi/Heri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.