Mbah Surip Ajarkan Penyandang Disabilitas CP dan Anak Yatim Berkarya

by -1197 Views
Mbah Surip menunjukan karya seni rupa string art gambar mantan Presiden Indonesia ke-3 RI, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J Habibie) berukuran 100x1,20 Cm.(Foto : Heri lampungterkini.id)

LAMPUNG SELATAN–Sosok yang sebelumnya malang melintang bekerja di pertambangan (alat berat), Mbah Surip (45) kini memilih fokus menekuni seni rupa string art melalui teknik menggunakan benang dan paku dan memberikan edukasi penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP) dan anak yatim untuk bisa terus berkarya.

Belajar seni rupa string art ini, membutuhkan ketekunan, keuletan dan juga kesabaran. Sehingga bisa menjadi salah satu terapi bagi anak disabilitas yang memiliki kelainan saraf otak atau Cerebral Palsy (CP).

“Mengedukasi anak berkebutuhan khusus (disabilitas CP) ini, memang perlu adanya perlakukan khusus. Tapi semua itu, tergantung dari mentor dan support dari orangtuanya. Karena ketika nanti tangannya bergetar saat mengaitkan benang dari paku ke paku, itulah yang dirasakan berat bagi anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP),”kata warga Desa Haduyang, Natar, Lamsel ini kepada lampungterkini.id.

Mbah Surip mengungkapkan, seorang anak penyandang disabilitas CP yang masih terus belajar dengan dirinya, adalah Reyhan Saputra (16) asal Kabupaten Pesawaran. Sejak dua bulan terakhir nelakangan ini, Reyhan terus belajar menekuni seni rupa string art ini.

“Alhamdulilah, perkembangannya cukup lumayan, dan dia (Reyhan) bisa menyelesaikan tugas yang saya berikan yakni gambar Presiden Joko Widodo dalam waktu delapan hari,”ujarnya.

Selain Reyhan, kata Mbah Surip, ia juga mengajarkan seni rupa string art kepada penyandang disabilitas Cerebral Palsy lainnya yakni Sinta Meliyana, seorang remaja berusia 22 tahun asal Kota Metro.

“Sinta ini sendiri, sudah saya anggap seperti anak saya sendiri,”ucapnya.

Awal mula bertemu Sinta ini, cerita Mbah Surip, saat itu Ia diminta oleh salah satu pengurus penyandang disabilitas Kota Metro untuk memberikan edukasi string art kepada penyandang disabilitas dan keluarga disabilitas. Pada saat itu, ia melihat karya string art dari salah satu keluarga disabilitas hasilnya bagus meski baru pertama kali diberikan edukasi.

“Saat itu saya berpikir yang merajut karya string art itu, yakni orangtuanya Sinta. Ternyata, string art itu Sinta sendiri yang merajutnya. Sejak dari situlah, saya memberikan edukasi seni tring art ini kepada Sinta dengan mendatangi rumahnya di Kota Metro dan memberikan support untuk terus berusaha berjuang agar bisa berkarya,”ungkapnya.

Pegiat seni rupa stringa art, Mbah Surip menunjukkan karya string art wajah mantan Presiden ke-4 RI, Dr. K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur).

Dalam waktu satu minggu merajut menggunakan benang, kata Mbah Surip, hasil karya Sinta ini sangat luar biasa. Kemudian karya seni rupa string art berikutnya, diselesaikan oleh Sinta selama empat hari. Karya seni string art yang dibuat Sinta adalah wajah mantan Walikota Metro Achmad Pairin. Selain itu, wajah Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dan Sinta memberikan karyanya itu langsung ke Gubernur Lampung, pada Juni 2021 lalu.

“Jadi tangan kiri Sinta inilah yang membantu menghasilkan karya-karya string art indah itu. Sementara tangan kanannya, tak mampu mengangkat lantaran penyakit Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak yang dideritanya sejak lahir,”bebernya.

Lantaran penyakit yang dideritanya sejak lahir, Sinta kesulitan untuk berjalan dan juga menggerakkan beberapa anggota tubuhnya. Bahkan pertumbuhan tubuhnya, kurang baik dibandingkan dengan anak sesusianya.

Dikalangan anak disabilitas yang diberikan edukasi oleh dirinya, yakni Sinta inilah rekor tercepat merajut benang mengasilkan karya-karya seni rupa string ar meski dengan kondisi tangannya masih gemetar saat merajut mengaitkan benang dengan pena itu ke paku.

“Dia (Sinta) konsisten menyelesaikan tugasnya merajut membuat karya string art yang dilakukannya dari hari ke hari. Dalam pengerjaan karya string art, Sinta dibantu dengan nenek dan bibinya. Dukungan dari keluarganya inilah yang membuatnya kuat dan termotivasi untuk terus belajar,”kata dia.

Keseharian Sinta, lanjut Mbah Surip, yakni di rumah saja dengan ditemani tayangan televisi. Sinta tinggal bersama neneknya, Sumirah di Jalan Rambutan, Kelurahan Mulyojati 16C, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro. Sejak lahir hinga tumbuh dewasa berusia 22 tahun, Sinta dirawat dengan neneknya. Sementara kedua orangtuanya, tidak tahu dimana keberadaannya.

“Meski hanya tamat sekolah dasar (SD), Sinta mampu membaca dan menganalisa huruf dan angka yang diajarkannya melalui seni rupa string art. Sehingga pola-pola yang diajarkan dalam string art, Sinta dapat menyelesaikannya dengan cepat dan tepat,”terangnya.

Ia menambahkan, selain mengajarkan anak-anak penyandang disabilitas CP, Ia juga mengajarkan anak-anak yatim piatu di sekitar tempat tinggalnya belajar seni rupa string art termasuk membuat gantungan kunci dari tali kur dan kelereng.

“Kedepan, saya berencana memberikan edukasi kepada para penyandang disabilitas secara lebih luas lagi di Lampung melalui Forum Komunitas Keluarga Disabilitas (Forkasi). Saya sangat terbuka, siapapun ingin belajar seni rupa string art,”pungkasnya.

Sambut Hari Disabilitas CP Dunia, Pamerkan String Art Presiden, Wapres dan 36 Mentri

Menyambut hari penyandang disabilitas Cerbral Palsy (CP) sedunia tanggal 6 Oktober 2021, karya seni rupa string art yang belum lama ini dibuat Mbah Surip yang melibatkan beberapa anak-anak disabiltias Cerebral Palsy (CP) termasuk Reyhan dan Sinta, dengan membuat gambar Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin bersama 36 orang menteri Kabinet Indonesia Maju (KMB).

Proses pembuatan string art wajah Presiden, Wapres dan Menteri berukuran 100×122 Cm dan diameter gambar 90 centimter tersebut, diselesaikan oleh Mbah Surip dengan melibatkan anak-anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP) selama tiga bulan.

“Karya tersebut, dibawa ke El’s Coffee Roastery Bandarlampung untuk dipamerkan pada acara hari penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP) sedunia tanggal 6 Oktober 2021 dan temanya ‘Kabinet Indinesia Maju’, dengan harapan anak penyandang disabilitas juga bisa maju,”kata Mbah Surip kepada lampungterkini.id.

Mbah Surip mengatakan, dalam acara itu, melibatkan anak-anak penyandang disabiltas dan keluarga disabilitas. Karya string art wajah Presiden Joko Widodo, Wapres KH. Ma’ruf Amin bersama 36 menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut, akan dipamerkan mulai dari tanggal 6-21 Oktober 2021 nanti.

String art wajah Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin bersama menteri Kabinet Indonesia Maju (KMB) terpampang di halaman depan rumah Mbah Surip, pegiat seni rupa string art.

“Pembuatan string art tersebut, menggunakan dana tabungan saya pribadi Rp 70 juta yang saya dapat dari hasil seni string art yang selama ini saya tekuni. Saya tidak berpikir yang lain, intinya bagaimana acara hari disabilitas CP sedunia itu bisa berjalan itu saja,”ucapnya.

Menurutnya, bisa saja memperingati hari disabilitas Cerebral Palsy (CP) sedunia ini diadakan tahun 2022 mendatang, karena di tahun 2021 ini bisa dilakukan kenapa harus menunggu di tahun depan. Acara hari “Pada event hari penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP) sedunia tersebut, disupport penuh oleh Owner El’s Coffee Roastery, Elkana Arlen Riswan serta keluarga El’s Coffee serta  Polda Lampung,”kata dia.

Dikatakannya, setelah event tersebut selesai dilaksanakan, pada tanggal 22 Okteber 2021 ini karya seni rupa string art tersebut rencanya akan dibawa Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno untuk diserahkan langsung ke Istana Negara.

“Alhamdulilah, Pak Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno mensupport kegiatan kami itu. Untuk komunikasi langsung memang belum pernah, tapi beliau (Pak Kapolda) mengapresiasi dan mensupport hasil karya-karya seni string art saya dan anak-anak disabilitas ini,”terangnya.

Awal Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno mengapresiasi karya seni string art itu, saat beliau datang ke El’s Cofffee Roastery beberapa waktu lalu dan melihat langsung seni rupa string art hasil karyanya tersebut.

“Saat itu pak Kapolda bertanya kepada Elka pemilk El’s Coffee Roastery, pesan dimana ini (seni rupa string art). lalu Elka mengatakan kalau pegiat seni rupa string art ini ada di Lampung,”kata dia.

Sejak saat itulah, Kapolda Lampung memberikan suport kepada dirinya. Belum lama ini, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad bersama beberapa pejabat Polda Lampung lainnya datang ke rumahnya untuk melihat langsung galeri stringa art miliknya.

“Saat itu saya juga menyampaikan ke Pak Kabid Humas Polda Lampung, kalau saya ingin membuat event merayakan hari disabilitas Cerbral Palsy (CP) sedunia di El’s Coffee Roastery dan beliau juga langsung mensupport acara tersebut,”tandasnya. (Her/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.