Alumni SMEP Persiapan Negeri Sidomulyo Tahun 1975-1976 Gelar Reuni Akbar

by -202 views

LAMPUNG SELATAN – Alumni Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Persiapan Negeri Sidomulyo, Lampung Selatan, gelar acara temu kangen Reuni Akbar angkatan tahun 1975-1976.

Acara yang dilaksanakan di Pondok Rawit tersebut selain di hadiri para alumni angkatan tahun 1975-1976, dihadiri pula guru- guru SMEP yang sudah purna waktu, diataranya, Suhardi, Imawati, Suharto, Sunarjo, Sukardiyo.

Selamat Riyadi selaku ketua pelaksana
alumni tahun 1975 menyampaikan, mewakili rekan rekan sebagai ketua panitia mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kedatangannya di saung ini pondok rawit.

“Mohon maaf yang sebesar besarnya bila tempat yang kami sediakan kurang nyaman di hati rekan rekan semua, namun kami bersyukur pertemuan Alumni SMEP Persiapan Negeri Sidomulyo, yang ke dua kalinya ini di hadiri sudah banyak rekan alumni. Bayangkan kami pertama kumpul temu kangen yang hadir cuma 12 orang dan kini alhamdulillah sudah makin banyak,” ujarnya, Sabtu (22/5/ 21).

Mudah mudahan lanjut dia, kedepannya akan lebih banyak dan meriah lagi, diharapkan yang mempunyai no telepon rekan rekan yang jauh bisa saling menghubungi dan menyampaikannya tentang acara reuni temu kangen alumni tahun 1975-1976.

“Ini merupakan ajang silahturahmi dan untuk teman yang mendahului kita, mari kita doakan agar almarhum di terima amal dan ibadahnya dan di tempatkan yang layak di sisinya,” kata dia.

Sementara salah perwakilan Guru Suharto mengungkapkan rasa harunya karena bisa bertatap muka kembali, sudah hampir 40 tahun yang lalu berikan bimbingan, dulu masih semangat, gagah dan masih bugar, dan kini sudah termakan usia.

“Kami mewakili dari para guru mengucapkan terima kasih kepada Selamat Riyadi yang telah memprakarsai acara pada hari ini, kami pribadi mohon maaf pada semuanya, meskipun pertemuan ini tidak resmi namun ini adalah temu kangen dan sangat berkesan,” tukasnya.

Dirinya menceritakan semasa waktu dulu mengajar menjadi guru SMEP dan pada itu murid juga belum banyak maupun sekolahannya, namun peraturan pemerintah disarankan membentuk dan mendirikan sekolah kembali SMEP menjadi setingkat SMP, tidak ada yayasan hanya panitia pendiri saja dan sekaligus sebagai gurunya pada saat itu.

“Pada saat itu gaji guru pun sangat rendah Rp2 ribu, untuk makan dan ngontrak rumah pun tak cukup. Namun tetap semangat menjadi seorang guru, kini dengan perkembangan kemajuan jaman pembangunan pendidikan dari mulai 1974 hingga saat ini semakin meningkat dan maju pesat sehingga banyak juga para dewan guru kehidupan nya sangat memperihatinkan. “Meskipun demikian dirinya tetaplah bangga menjadi seorang guru meskipun belum bisa berbuat banyak,” tuturnya.

Sementara Tupan alumni SMEP mengatakan, dilaksanakannya reuni temu kangen mulai dari angkatan 1975-1976, itu benar sangat mengharukan. “Karena banyak kesan tersendiri, bisa bertemu dengan seluruh guru SMEP yang sudah purna waktu dan bisa bertemu dengan sesama teman seangkatan dan teman satu sekolah waktu dulu.

“Kami mengajak semua rekan-rekan acara reuni supaya terus dilaksanakan, supaya seluruh teman lama menjadi akrab kembali seperti waktu dulu. Terima kasih pada pihak panitia reuni akbar yang telah sukses menggelar reuni,” pungkasnya.

(Slamet Riyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.