Beras Bantuan Buruk, Warga Desa Sinarpalembang Lapor ke Dinsos Lamsel

by -317 views

LAMPUNG SELATAN – Kualitasnya beras tidak sesuai dengan standar jenis premium yang seharusnya di terima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Program Sembako, warga Desa Sinarpalembang, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan lapor ke Kepala Dinas Sosial (Dinsos) serta tembusan DPRD Lampung Selatan.

Sudaryanto perwakilan warga di dampingi rekan melaporkan hal tersebut pada Bupati Lampung Selatan, melalui Cq Kepala Dinas Sosial serta tembusan DPRD Lampung Selatan.

Agar dalam pendistribusian Beras bantuan Program Sembako dengan barang bukti sekiranya bisa di periksa oleh pihak terkait mengenai kegiatan tersebut yang sudah berjalan 1 tahun lebih secara tertulis.

Dalam keterangan nya Sudaryanto mengatakan, atas keterangan salah satu pengelola satu e-Warung Muroh (38) bahwa dirinya tidak mengetahui apa – apa, dirinya hanya sebatas penyalur saja semua urusan Kepala Desa.

“Hari ini kami serahkan semua barang bukti termasuk laporan ke Dinas Sosial Lamsel, meskipun tidak bertemu dengan Kepala Dinas Sosial di karenakan sedang ada rapat, namun kedatangan kami di sambut dengan baik dan hasil laporan dan barang bukti segera akan di tindak lanjuti,” ujarnya mewakili masyarakat Desa Sinar Palembang, Jumat 23 April 2021.

Meskipun ini bukan yang pertama pelaporan terkait permasalahan yang ada di desa lanjutnya. Berdasarkan keluhan KPM tentang beras yang di terima tidak sesuai dengan Standar beras premium.

“Kami wakil dari warga mengatakan dalam penyaluran beras sudah menyalahi aturan karena tidak sesuai dengan petunjuk pemerintah, dan pendistribusian beras bantuan dikendalikan oleh oknum Kepala Desa Sinar Palembang,” terangnya.

Sudaryanto berharap dengan adanya temuan ini pihak – pihak terkait dapat merespon dengan baik dapat mengevaluasi kembali demi menghindari hal – hal yang tidak di inginkan.

Sementara Kepala Desa Sinarpalembang, Sukoco menyampaikan, yang berkaitan dengan beras dan ada orang dari CV Solusi mengajak kerjasama.

“Sebelumnya kita coba bertanya dengan yang lain ternyata mengandalkan suplier dan distributor melibatkan kearifan lokal yaitu mengandalkan warga sekitar, mulai dari ayam, telor semua warga desa sekitar sini saja,” kata dia.

Terkait ada nya bantuan beras dengan kualitas yang kurang baik dirinya pun baru mengetahui setelah di hubungi pak Camat Candipuro, Wasidi.

“Selanjutnya petugas saya suruh terjun kelapangan, saya suruh ganti dengan yang baru dan permasalahan beras bantuan untuk KPM setempat sudah selesai,” tukasnya.

Untuk bantuan ayam yang hanya mencapai seberat 0,8 kg, padahal kenyataannya mencapai 1,2 – 1,4 Kg, “Saya pun kaget padahal sesuai nota pembelian beratnya 1,2 – 1,4 Kg, sebetulnya bukan tidak layak namun layak di makan, jadi di mana salah nya,” kilahnya.

(Slamet Riyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.