(Video) GAK Level II, Masyarakat Diharap Tenang dan Beraktifitas Seperti Biasa

by -210 views
Kepala Pos Pantauan Gunung Anak Krakatau Andi Suardi

LAMPUNG SELATAN – Berdasarkan laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pos pengamatan GAK. yang berada di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Raja Basa, Lampung Selatan, Sabtu (11/4/2020).

Aktivis Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau masih aktif, sesekali masih mengeluarkan abu vulkaniknya warna hitam pekat setinggi 1.000 meter, diatas puncak kawah dengan intensitas tebal.

Kepala Pos Pantauan Gunung Anak Krakatau Andi Suardi menyampaikan. Untuk sementara dampak yang di timbulkan tidak ada, hanya di sekitar gunung nya aja, masyarakat di harap tenang.

Videonya :

“Kalau dampak yang di timbulkan hingga saat belum ada, kebetulan tadi malam arah angin mengarah ke kalianda sehingga bau belerangnya sangat menyengat. Untuk aktifitas nya sendiri saya rasa masih, namun kalau energinya dengan sendiri nya akan menurun juga, dan memang untuk kali ini energi yang di keluarkan sangatlah tinggi,” ujarnya.

Meski Anak Krakatau mengalami erupsi, tidak terdengar suara dentuman dari gunung itu. Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus waspada.

“Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (waspada) dengan rekomendasi, masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah,” imbuhnya.

Sementara masyarakat yang ada di sekitar pesisir pantai Desa Sukaraja Dusun Pangkul yang tadi malam mengungsi, kini mulai kembali kerumahnya masing-masing,namun tidak bisa di pungkiri rasa ketakutan masih menghantui setiap saat.

Seperti yang disampaikan oleh warga Sukaraja dusun pangkul Susmiati (43) menyampaikan. Masyarakat sangatlah panik mendengar suara letusan tadi malam terdengar 2 kali. Mendengar suara letusan warga pada berlari mengungsi mencari ketempat yang aman.

” Tadi subuh kembali terdengar letusan itu namun tidak lama seperti tadi malam, karena rasa traumalah yang membuat kami lari untuk mengungsi dan tidak bawa apa-apa,” ungkapnya. (Slamet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.