Pergelaran “Srawung Seni Sawah” Menelisik Jejak Agraris di Desa Triharjo Lamsel

by -229 views
Para seniman melakukan eksplorasi pada pergelaran “Srawung Seni Sawah” di areal pesawahan Dusun Giri Joyo II, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Kamis (9/1/2020).

LAMPUNG SELATAN–Arus perkembangan zaman dan teknologi yang merangsek hingga ke pelosok desa terpencil, bahkan ruang privat pun berdampak pada kehidupan sosial dan budaya. Nilai-nilai budaya adiluhung dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat pun, secara perlahan ikut tergerus zaman.

Keprihatinan ini menginspirasi Rumah Tari Sangishu Bandarlampung, mengajak masyarakat untuk kembali menapaki warisan leluhur yang adiluhung melalui kesenian.

Rumah Tari Sangishu Bandarlampung berkolaborasi dengan sanggar-sanggar seni lampung dan luar lampung menggelar ekspolari  seni “Srawung Seni Sawah” yang dihelat di areal persawahan Dusun Giri Joyo II, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, pada Kamis (9/1/2020).

Pagelaran seni tersebut, yakni bertujuan mengajak masyarakat untuk kembali membangkitkan dan menumbuhkembangkan serta melestarikan budaya tradisi agraris dan sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kesenian.

Penari dari SMPN 2 Merbau Mataram dan SDN 1 Triharjo, Lampung Selatan berkolaborasi dengan seniman tari asal Solo, Agus Bimo di Pergelaran “Srawung Seni Sawah”, Kamis (9/1/2020)

Pada perhelatan seni tersebut, seniman teater Alexander GB menampilkan repertoar bertajuk “Lonceng Sapid dan Padi yang Tumbuh di Sawah”. Pemain teater yang pernah mengeyam pelajaran seni dengan seniman Suprapto Suryodarmo ini, membaca repertoar untuk menilisik jejak kenangan tentang sawah, momen-momen menarik tentang sawah dan hal-hal penting tentang sawah serta pertanian.

“Ini merupakan sebuah pembacaan, berdialog, interaksi dan semacam sebuah doa,”kata Alexander GB yang bergiat di Teater Kober Bandarlampung ini, Jumat (10/1/2020).

Seniman-seniman yang berpartisipasi dan berkolaborasi dalam pembacaan dan silaturahmi budaya tersebut, kata Alexander GB, diantaranya adalah Arif Uda dari STO Metro, Riska dari UKMBS, Dihans  dari Gar Dancestory, Inon Junaidi serta Edythio Rio Wirawan dari Orkes Bada Isya, Djarot B Darsono (Studio Taksu Surakarta), Agus Bimo (Klaten), Sri Dwi Wahyuni (Jateng) dan masih banyak sanggar seni tari lainnya lagi.

“Kami coba melakukan pembacaan lingkungan, dengan gerak-gerak yang bersumber dari kesadaran akan pentingnya keseimbangan dalam alam. Seperti sebuah doa, agar laku tubuh selaras alam,”ungkap pria yang pernah ikut berproses dengan almarhum Mbah Prapto di Padepokan Lemah Putih, Solo ini.

Para seniman dari berbagai daerah yang melakukan eksplorasi pada pergelaran “Srawung Seni Sawah” di Dusun Giri Joyo II, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Kamis (9/1/2020).

Sementaa Ketua pelaksana “Srawung Seni Sawah”, Agus Gunawan atau yang akrab disapa dengan sebutan Agus Sangishu mengatakan, tujuan digelarnya ekspolari  seni Srawung Seni Sawah tersebut, tidak lain untuk memperkenalkan sawah terutama terhadap anak-anak.

Perhelatan ini juga, diniatkan sebagai bentuk gerak yang merupakan proses memperbaiki atau meralat kekeliruan. Pasalnya, kekeliruan ini juga yang menimbulkan ketidakseimbangan, dan bisa menimbulkan bencana bagi manusia dan alam itu sendiri.

“Mengingat zaman sekarang ini, semakin gencar dan kuatnya teknologi yang semakin canggih. Tapi kita lupa, bahwa sawah merupakan sumber pangan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Agus Sangishu, kami mengajak semuanya untuk kita memperhatikan sawah.

“Sangat prihatinkan, kalau sampai anak-anak kita tidak tau sawah dan miris kalau benar sampai hal itu terjadi karena tergilas zaman dan kemajuan teknologi,”ujarnya.

Para seniman dari berbagai daerah yang melakukan eksplorasi pada pergelaran “Srawung Seni Sawah” di Dusun Giri Joyo II, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Kamis (9/1/2020).

Dikatakannya, pada perhelatan seni “Srawung Seni Sawah” tersebut, menggunakan dua panggung yakni panggung utama dan sawah. Tempat gelaran acara, hanya berjarak sekitar 10 meter dari Jalan Veteran Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan.

Di tempat acara, lanjut dia, ada tiga kandang kambing milik warga dan 10 petak sawah tepat di belakang rumah Pak Warsito. Selain itu juga, para pengunjung dapat menikmati jajanan kampug seperti gaplek, apem dan jajan lainnya secara gratis yang disajikan oleh warga setempat.

“Yang tampil pada acara “Srawung Seni Sawah” tersebut, yakni Diane Alexander GB, Kutaro Musik, Cangget Budaya Lampung Utara, Pusat Latihan Tari (PLT) Sangsaka, Deddy Luthan Dance Company (Jakarta), Tabuh Lesung, Dian Arza Dance Company (DADC) dan para seniman tari lainnya baik dari Lampung dan luar lampung,”ungkapnya.

Para seniman Lampung, Pulau Jawa dan dari luar negeri usai melakukan eksplorasi pada pergelaran “Srawung Seni Sawah” di Dusun Giri Joyo II, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Kamis (9/1/2020).

Bahkan di acara “Srawung Seni Sawah” itu juga, dihadiri oleh tiga penari wanita asal California, Amerika Serikat yakni Margiet Galanter, Frances Rosario dan Mara Poliak.

“Ketiga wanita asal California tersebut, mengaku murid dari sang maestro tari Mbah Prapto,”bebernya.

Agus Sangishu mengutarakan, pergelaran seni “Srawung Seni Sawah” dimulai dengan prosesi ritual. Selain dirinya, ada lima maestro tari dalam ritual tersebut yakni Agus Bimo, Eli D Luthan Jarot, Sri dan Ki Dalang Bayu Setiawan dengan melakukan gerak yang intensip, naturalis di areal petakan sawah yang berukuran 8 x 10 meter.

“Para maestro tari tersebut, menari ditengah areal persawahan menciptakan gerak spontan dan menggambarkan ketergantungan manusia pada alam,”terangnya.

Menurutnya, penentuan tempat pertunjukan “Srawung Seni Desa” ini, tidak lepas atas jasa besar dari mendiang Prapto sang maestro tari yang ketika itu hadir untuk melihat secara langsung bakal tempat pertunjukan di Desa Merbau Mataram itu pada bulan Juli 2019 lalu. (Z4s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.